Langsung ke konten utama

Chapter 10 - Hutan Terbakar, Nafas Tercekat

 


Hutan, merupakan warisan alam yang menjadi tempat tinggal bagi makhluk hidup baik flora maupun fauna. Selain itu, keberadaan hutan sangat diperlukan bagi manusia karena menjadi sumber kehidupan terutama sebagai penghasil oksigen. Oleh karena itu, hutan sangat penting bagi manusia dan akan menimbulkan dampak yang berbahaya jika "jumlah" hutan terus berkurang dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. 

Pembakaran hutan yang terjadi akhir-akhir ini seringkali disebabkan oleh manusia. Hal ini dikarenakan kurangnya lahan sehingga diperlukan pembukaan lahan dengan melakukan pembakaran hutan. Selain itu, regulasi pemerintah yang lemah juga menjadi alasan pembakaran hutan sering terjadi di Indonesia yang sering dimanfaatkan oleh industri luar negeri.

Terjadinya pembakaran hutan memberikan dampak yang sangat besar, diantaranya yaitu: 

  • Kerusakan ekosistem akibat musnahnya flora dana fauna.
  • Meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan akibat jarak pandang yang berkurang.
  • Gangguan kesehatan.
Selaini tu, terjadinya pembakaran hutan juga dapat mengakibatkan terjadinya pengasaman laut seperti yang telah dibahas dalam Chapter 5 dan Chapter 6 akibat terbentuknya gas CO2 yang kemudian membentuk senyawa H2CO3 yang akan terpecah menjadi ion H+ dan CO3^2-, dimana ion H+ akan menurunkan pH dari air laut. 

Oleh karena itu, mari jaga hutan kita, sumber oksigen kita, sumber kehidupan semua makhluk hidup, supaya ekosistem dan keseimbangan dari rantai kehidupan tetap terjaga.

Komentar

  1. ternyata hutan sangat berperan untuk kehidupan makhluk hidup ya

    BalasHapus
  2. Wahh mengerikan ya dampak dari pembakaran hutan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 6 - Terjadinya Pengasaman Air Laut

  Melanjutkan dari  Chapter 5 - Serba Serbi Color Bleaching  sebelumnya, kali ini aku akan bahas lebih lanjut tentang pengasaman air laut. Singkatnya gini , meningkatnya jumlah penduduk, tentu memberi berbagai dampak. Salah satunya efek dari aktivitas penduduk yang juga ikut meningkat akan menghasilkan emisi gas-gas efek rumah kaca.  Pengasaman laut, terjadi karena adanya reaksi antara air laut dengan salah satu gas rumah kaca yaitu CO2. Hal ini menimbulkan terbentuknya senyawa HCO3 yang kemudian akan menjadikan pH air laut turun dan dalam kondisi asam. Asamnya air laut tentu saja memberi dampak bagi ekosistem laut, contohnya terumbu karang yang mengalami Color Bleaching , hewan bercangkang yang mengalami kelainan fisik pada cangkangnya, produksi ikan komersial yang menurun, dan masih banyak lagi. Lalu, bagaimana penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini? apa solusi dari terjadinya pengasaman air laut? Hal tersebut dapat diketahui  di sini.