Langsung ke konten utama

Chapter 2 - Pencemaran Air, Mengapa Itu Bisa Terjadi?

 Air merupakan sumber kehidupan dari makhluk hidup. Namun, aktivitas manusia seringkali memberikan dampak buruk bagi lingkungan, terutama pada kondisi air. Mulai dari limbah rumah tangga yang tidak diolah terlebih dahulu, pembuangan sampah di sungai, penggunaan pupuk, sampai ke pembuangan limbah industri yang sembarangan dapat mengganggu kualitas air sehingga membahayakan ekosistem yang ada di dalamnya, maupun bagi pengguna air itu sendiri. 

Kemudian, kita pasti bertanya-tanya tentang bagaimana standar baku kualitas air?

Kualitas air ditinjau berdasarkan sifat kimia, sifat fisika, maupun sifat biologinya

  • Sifat Fisika
  1. Jernih
  2. Tak berbau dan tak berasa
  3. Jumlah padatan terapung tidak melebihi 1000 mg/L
  4. Memiliki suhu +- 27 derajat Celcius
  5. Tak berwarna
  • Sifat Kimia
  1. Memiliki pH di sekitar 7
  2. Kandungan bahan kimia organik tidak melebihi batas
  3. Tidak mengandung ion logam berbahaya
  4. Tingkat kesadahan air harus normal, ion yang menyebabkan air sadah adalah Ca2+ dan Mg2+
  • Sifat Biologi
  1. Tidak mengandung organisme patogen (golongaan bakteri, protozoaa, dan virus penyebab penyakit)
  2. Tidak mengandung organisme nonpatogen karena dapat menyebabkan bau dan rasa yang tidak enak.

Oleh karena itu, dilakukan praktikum sederhana penjernihan air dengan air sampel yang digunakan adalah air pengairan sawah. Hal ini dikarenakan, menurut Pratiwi (2020), pencemaran air juga disebabkan oleh penggunaan pupuk yang mengandung logam. Penjernihan dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana seperti arang, kapas, sabut kelapa, pasir, dan batu.



Berdasarkan proses penjernihan yang dilakukan, tidak keruh, tidak berbau dan tawar, jumlah padatan terapung tak melebihi batas maksimum, dan bersuhu normal. Air tidak memenuhi persyaratan pada poin tidak berwarna karena memiliki warna kuning jernih. Warna kuning ini diakibatkan oleh sabut kelapa yang kurang bersih saat pencucian sehingga menghasilkan warna pada filtrat air. Oleh karena itu, hasil air filtrat termasuk dalam kategori air kelas III yaitu air yang diperuntukkan sebagai budidaya ikan, peternakan, irigasi tanaman dan lain sebagainya yang berikatan dengan hal-hal tersebut.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 6 - Terjadinya Pengasaman Air Laut

  Melanjutkan dari  Chapter 5 - Serba Serbi Color Bleaching  sebelumnya, kali ini aku akan bahas lebih lanjut tentang pengasaman air laut. Singkatnya gini , meningkatnya jumlah penduduk, tentu memberi berbagai dampak. Salah satunya efek dari aktivitas penduduk yang juga ikut meningkat akan menghasilkan emisi gas-gas efek rumah kaca.  Pengasaman laut, terjadi karena adanya reaksi antara air laut dengan salah satu gas rumah kaca yaitu CO2. Hal ini menimbulkan terbentuknya senyawa HCO3 yang kemudian akan menjadikan pH air laut turun dan dalam kondisi asam. Asamnya air laut tentu saja memberi dampak bagi ekosistem laut, contohnya terumbu karang yang mengalami Color Bleaching , hewan bercangkang yang mengalami kelainan fisik pada cangkangnya, produksi ikan komersial yang menurun, dan masih banyak lagi. Lalu, bagaimana penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini? apa solusi dari terjadinya pengasaman air laut? Hal tersebut dapat diketahui  di sini.