Langsung ke konten utama

Chapter 1 - Cemaran PM 2.5 di Wilayah Indonesia


Sumber gambar: Academia.co.id

Pencemaran udara oleh Particulate Matter (PM) 2.5 menjadi permasalahan serius yang sedang dihadapi oleh seluruh negara di dunia terutama Indonesia yang secara rata-rata berdasarkaan data Air Quality Life Index mayoritas mengalami kenaikan di setiap tahunnya.

Lalu, Particulate Matter (PM) 2.5 itu apa sih?

Particulate Matter (PM) 2.5 adalah partikel halus di udara yang ukurannya 2,5 mikron atau lebih kecil dari itu. Sehingga, bisa mengurangi jarak pandang dan terlihat agak berkabut ketika dalam jumlah tinggi.

Adanya cemaran PM 2.5 tentu saja memberikan dampak buruk terutama pada kesehatan manusia. Beberapa diantaranya yaitu menyebabkan gangguan pada mata, hidung, tenggorokan, iritasi paru, batuk, bersin, hidung berair, sesak nafas, hingga mengganggu fungsi paru, dan memperburuk penyakit asma hingga jantung.

PM 2.5 dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia baik indoor yaitu contohnya memasak, penggunaan AC, kulkas, serta perangkat elektronik lainnya, maupun outdoor yaitu contohnya pembakaran lahan, hasil samping dari bahan bakar kendaraan, limbah pabrik, dan masih banyak lagi.

Lalu, bagaimana kenaikan cemaran PM 2.5 di setiap wilayah di Indonesia? apa yang menyebabkan terjadinya kenaikan cemaran PM 2.5 di setiap wilayahnya?
Berikut ini merupakan hasil analisis dan penjelasan mengenai cemaran PM 2.5 di setiap wilayah di Indonesia berdasarkan data Air Quality Life Index.




 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 6 - Terjadinya Pengasaman Air Laut

  Melanjutkan dari  Chapter 5 - Serba Serbi Color Bleaching  sebelumnya, kali ini aku akan bahas lebih lanjut tentang pengasaman air laut. Singkatnya gini , meningkatnya jumlah penduduk, tentu memberi berbagai dampak. Salah satunya efek dari aktivitas penduduk yang juga ikut meningkat akan menghasilkan emisi gas-gas efek rumah kaca.  Pengasaman laut, terjadi karena adanya reaksi antara air laut dengan salah satu gas rumah kaca yaitu CO2. Hal ini menimbulkan terbentuknya senyawa HCO3 yang kemudian akan menjadikan pH air laut turun dan dalam kondisi asam. Asamnya air laut tentu saja memberi dampak bagi ekosistem laut, contohnya terumbu karang yang mengalami Color Bleaching , hewan bercangkang yang mengalami kelainan fisik pada cangkangnya, produksi ikan komersial yang menurun, dan masih banyak lagi. Lalu, bagaimana penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini? apa solusi dari terjadinya pengasaman air laut? Hal tersebut dapat diketahui  di sini.